Selasa, 28 April 2009

BUDIDAYA WALET

Sumber : Seri Walet (128):Oleh trubuson
GEDUNG WALET AMPENAN  NTB
Bangunan di Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu serupa rumah walet lain yang mengapitnya. Dinding tebal dan terdiri atas 3 lantai. Umur bangunan bekas ruko itu diperkirakan 18 tahun. Yang berbeda, 'Produksi sarang rumah itu paling banyak, bisa sekuintal setiap panen,' bisik Sugeng Praminto, peternak walet di Mataram membuka rahasia. Malam di penghujung November 2008 Trubus dan Sugeng menyusuri setiap jalan di Ampenan, sekitar 5 km dari Mataram, ibukota NTB. Di sepanjang jalan kawasan pecinan itu bangunan-bangunan walet mudah dijumpai. Selain ada yang mempertahankan sebagai bagian ruko, banyak pula yang merombaknya menjadi bangunan walet modern. Suara CD pemikat walet dari tweeter sahut-menyahut. Singkat kata suasana di sana seperti sentra walet di kota Metro, Lampung. Bangunan penghasil sarang walet terbesar itu salah satu yang juga direnovasi pemiliknya. Dua dari tujuh lubang masuk si liur emas itu diperbesar 3 kali lipat dari ukuran sebelumnya, 90 cm x 30 cm. Lubang-lubang itu diplester semen. 'Kalau sore walet-walet itu terlihat masuk ke lubang besar itu,' ujar Sugeng yang memiliki rumah walet 2 lantai di Switha, Mataram, itu. Tidak berkamar Untuk membuktikan bangunan itu istimewa, 2 hari kemudian Trubus datang tepat sore hari saat walet mulai masuk. Selama 1 jam mengamati dari ruko di seberang bangunan itu, tak terhitung jumlah walet masuk ke dalamnya. Langit di sekitar rumah itu menghitam oleh walet-walet yang terbang. Kontras bila dibandingkan bangunan walet berjarak sekitar 25 m ke arah pelabuhan Ampenan. Yang terbang dan masuk puluhan walet saja. Sulit mengungkap rahasia walet betah bersarang di sana. Yanto - nama samaran - penanggung jawab rumah itu lebih suka menjawab tidak tahu saat ditanya Trubus. Namun, isi bangunan sedikit tersingkap. Tidak ada kamar seperti rumah-rumah walet di Jawa. Ruangan model hall itu membuat walet lebih leluasa bergerak di roving area, sebelum beristirahat di sirip-sirip kayu di lantai bawah. 'Tanpa kamar juga membuat sirkulasi udara dan sinar matahari lebih merata di dalamnya. Ini disukai walet dan mulai banyak dipakai di rumah walet modern,' kata Harry K Nugroho, praktisi walet di Jakarta Utara. Sejatinya tak hanya Ampenan yang penuh sesak oleh bangunan walet di Lombok. Di bilangan Cakranegara, di pusat kota, terlihat pemandangan serupa. Menurut Tjie, pengusaha emas yang 2 lantai tokonya disulap menjadi rumah walet, di Cakranegara bangunan walet marak berdiri sejak 1990-an. Saat itu jumlahnya belasan. 'Tapi tidak sehebat sekarang yang tiap ruko ada rumah waletnya,' kata Tjie yang sudah memetik 8 kg sarang Collocalia fuciphaga dari rumah yang dibangun 3 tahun silam itu. Panjang jalan Cakranegara sekitar 2 km dengan puluhan rumah walet 'berkedok' ruko. Rumah tertua Tjie mengungkapkan Cakranegara memiliki rumah walet istimewa. 'Jika di Ampenan ada yang panen sampai puluhan kilo sarang, di sini ada rumah walet tertua,' katanya. Bangunan walet yang dimaksud, terletak di perempatan Jalan Selaparang - nama lain Lombok. Bangunan 1 lantai itu berdinding semen. Atapnya seng yang sudah berkarat digerogoti umur. Hanya ada 2 lubang masuk walet di situ. Lubang itu sebenarnya ventilasi dari pintu. 'Saya tidak tahu produksinya, tapi bangunan itu sudah ada sejak saya kecil,' ujar Tjie yang menginjak usia 70 tahun. Di luar kedua sentra itu, bangunan walet mulai menjamur pula di Swithe. Lokasinya di Kecamatan Sendobaya, sekitar 5 km dari pusat kota itu semula hanya kompleks pertokoan. Namun, kini belasan rumah walet berdiri tegak di sana. 'Bangunan-bangunan itu mulai ada sejak 3 tahun lalu,' kata Sugeng yang berinvestasi Rp125-juta untuk membangun rumah walet 9 m x 13 m setinggi 2 lantai. Seperti di Ampenan dan Cakranegara, walet langsung masuk, tidak didahului oleh sriti. 'Dalam setahun saja sudah bisa panen 1,6 kg sarang,' kata pegawai Departemen Pekerjaan Umum NTB itu. Pakan melimpah Populernya walet di Lombok tak lepas dari melimpahnya sumber pakan. Sawah dan hutan yang menjadi sumber serangga masih tersedia. Di Ampenan menuju objek wisata Pantai Senggigi, sekitar 3 km menghampar sawah dan kebun kelapa. Beberapa bukit menghijau tak jauh dari kebun-kebun kelapa itu. Demikian pula di Swithe dan Cakranegara. Di kedua tempat itu walet mencari pakan ke arah selatan yang masih disesaki sawah dan ladang. Menurut Sugeng, polusi udara yang kecil juga turut mendukung walet betah tinggal. Rumah walet di Lombok pun tidak fanatik memakai CD pemikat walet. Di Cakranegara nyaris tidak terdengar suara pemikat walet dari tweeter. Pengabutan dalam rumah untuk mencapai kelembapan 80 - 90% yang diinginkan walet jarang dipakai. Maklum berdasarkan pengukuran Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi kelembapan harian di NTB berkisar 70 - 90% dengan curah hujan 1.500 - 2.000 mm/tahun. Kondisi itu cukup nyaman bagi walet. Sebagai ganti pengabutan, peternak hanya memperbanyak lubang ventilasi dari PVC. Untuk bidang dinding seluas daun pintu dibuat 6 - 8 lubang berdiameter 10 cm. Soal pasar? Sejauh ini tak sulit menjual produksi sarang walet dari Lombok. Banyak penampung setempat berebut sarang. Itu belum termasuk pengepul dari Surabaya. Agustus 2008 dari 2,4 kg sarang Sugeng menangguk pendapatan Rp13,5-juta. Harga normal sekilo sarang Rp10-juta - Rp11-juta. 'Agak rendah karena sarang yang dijual masih kotor, banyak bulunya,' ujar Sugeng. Toh pendapatan itu sudah dianggap besar oleh Sugeng yang baru mencicipi manisnya rupiah dari si liur emas.

Selasa, 21 April 2009

Harga Produk

Operator Kode Voucher Nominal Harga
SIMPATI S5 5rb 5.300
S10 10rb 10.100
S20 20rb 19.950
S50 50rb 49.350
S100 100rb 96.350
  SA5 5rb 5.600
  SA10 10rb 10.350
SIMPATI SA20 20rb 19.900
ALTERNATIF SA50 50rb 49.000
  SA100 100rb 97.750
SIMPATI FISIK SF50 50rb 49.100
SF100 100rb 95.100
AS A5 5rb 5.300
A10 10rb 10.100
A15 15rb 16.250
A25 25rb 25.350
A50 50rb 49.350
A100 100rb 95.600
  AA5 5rb 5.600
  AA10 10rb 10.350
  AA15 15rb 16.600
AS AA25 25rb 26.100
ALTERNATIF AA50 50rb 49.350
  AA100 100rb 97.350
KARTU AS FISIK AF25 25rb 26.100
AF50 50rb 48.100
FLEKSI F5 5rb 5.600
F10 10rb 10.075
F20 20rb 19.575
F50 50rb 47.275
F100 100rb 94.100
F150 150rb 140.950
F250 250rb 235.750
FLEXI FISIK FF5 5rb 5.400
FF10 10rb 10.075
FF25 25rb 24.600
FF50 50rb 47.100
FLEXI ALTERNATIF FA5 5rb 5.350
FA10 10rb 10.000
FA20 20rb 19.400
FA50 50rb 47.000
FA100 100rb 94.100
CERIA CF5 5rb 5.100
CF10 10rb 9.900
CF20 20rb 19.100
FISIK CF50 50rb 47.100
CF100 100rb 94.350

 

Operator Kode Voucher Nominal Harga
XL BEBAS XB5 / XJ5 5rb 5.225
XB10 / XJ10 10rb 10.175
XB25 / XJ25 25rb 24.975
XB50 / XJ50 50rb 49.400
XB100 / XJ100 100rb 98.600
XB200 / XJ200 200rb 198.600
BEBAS EXTRA XBE10 10rb 10.175
XBE50 50rb 49.400
XBE100 100rb 98.600
XL BEBAS FISIK XF5 5rb 5.450
XF10 10rb 10.350
XF25 25rb 24.750
XF50 50rb 49.350
SMART SM20 20rb 20.100
SM50 50rb 47.100
SM100 100rb 94.100
FREN FR10 10rb 10.000
FR20 20rb 19.550
FR25 25rb 24.350
FR50 50rb 50.100
FR100 100rb 97.100
HEPI H10 10rb 9.900
H20 20rb 19.550
H50 50rb 48.700
H100 100rb 97.300
ESIA E10 10br 9.950
E25 25rb 24.500
E50 50rb 47.550
E100 100rb 96.100
STARONE SO5 5rb 10.000
SO10 10rb 10.200
SO20 20rb 19.350
SO25 25rb 24.150
SO50 50rb 48.100
SO100 100rb 96.050
SO150 150rb 144.000
  T1 1rb 1.300
  T5 5rb 5.125
THREE T10 10rb 10.000
  T20 20rb 19.650
  T30 30rb 29.300
  T50 50rb 48.600
  T100 100rb 97.100

 

Operator Kode Voucher Nominal Harga
MENTARI M5 5rb 5.600
M10 10rb 10.250
M20 20rb 19.425
M25 25rb 24.275
M30 30rb 19.050
M40 40rb 39.100
M50 50rb 48.200
M75 75rb 96.250
M100 100rb 97.250
M150 150rb 145.600
IM3 IM5 5rb 5.550
IM10 10rb 10.250
IM20 20rb 19.425
IM25 25rb 24.275
IM50 50rb 48.200
IM100 100rb 96.250
IM3 PAKET SMS IMS5 5rb 5.550
IMS8 8rb 8.325
IMS30 30rb 29.050
INDOSAT FISIK IF5 5rb 5.600
IF10 10rb 10.600
IM3 IA5 5rb 5.250
ALTERNATIF IA10 10rb 10.075
Mentari MA5 5rb 5.250
ALTERNATIF MA10 10rb 10.075
AXIS AX5 5rb 5.200
AX10 10rb 10.050
AX15 15rb 14.850
AX20 20rb 19.700
AX25 25rb 24.550
AX30 30rb 29.425
AX50 50rb 48.850
AX75 75rb 73.100
AX100 100rb 97.450
AXIS FISIK AXF10 10rb 10.100
AXF20 20rb 20.000